Jumat, 29 April 2011

Kamis, 28 April 2011

Alasan...

Ketika sebuah jalinan hati terasa dingin dan hampa sudah tidak ada komunikasi dan kehangatan di dalamnya…Yang ada hanya kebohongan.

dengan hati yang tersiksa dan menyakitkan, hanya karena sebuah alasan mendasar mereka tetap bersatu tidak ingin bercerai.

diluar dengan kepentingan keduanya…bisa karena alasan Anak, keluarga, maupun status lingkungan...

...???...

Kadang saya berfikir..?? kenapa manusia memiliki  obsesi keinginan yang berlebih dan selalu berlebih...tidak pernah mengunakan otak dan hati nurani dalam befikir akan sebuah tindakan. Dikatakan saat Tuhan menciptakan makhluknya, bukannya manusia adalah makhluk yang dibekali volume otak dan hati nurani lebih.
Tapi kenapa mereka selalu tidak bisa menempatkannya pada hal yang lebih baik, bagi dirinya maupun golongannnya..kenapa Tuhan tidak memberikan karunia tersebut pada kami saja ya..?!

TERROR IS...???

Waspada akan sebuah akidah dan persepsi yang salah untuk sebuah keyakinan beragama, berbendapat dan berpancasila...Bisa jadi salah satunya ada di lingkungan anda..waspadalah..waspadalah..!!!

Budaya Mencontek

Kita adalah negara kaya akan ragam budaya nasional,  tapi ini bukan salah satu ragam budaya kita kan..??!!

Buaya Darat

Beginilah tingkah cewek jaman sekarang, kenapa harus yang disalahkan buaya nya....orang dia yang memberikan sendiri tanpa paksaaan dan bangga untuk di publikasikan..nah lhohhh...

Kamis, 21 April 2011

SUPER PETRUK

PETRUK (DAWALA)

Petruk adalah tokoh punakawan dalam pewayangan Jawa, di pihak keturunan/trah Witaradya. Petruk tidak disebutkan dalam kitab Mahabarata. Jadi jelas bahwa kehadirannya dalam dunia pewayangan merupakan gubahan asli Jawa. Di ranah Pasundan, Petruk lebih dikenal dengan nama Dawala atau Udel.

Menurut pedalangan, ia adalah anak pendeta raksasa di pertapaan dan bertempat di dalam laut bernama Begawan Salantara. Sebelumnya ia bernama Bambang Pecruk Panyukilan. Ia gemar bersenda gurau, baik dengan ucapan maupun tingkah laku dan senang berkelahi. Ia seorang yang pilih tanding/sakti di tempat kediamannya dan daerah sekitarnya. Oleh karena itu ia ingin berkelana guna menguji kekuatan dan kesaktiannya.
Di tengah jalan ia bertemu dengan Bambang Sukodadi dari pertapaan Bluluktiba yang pergi dari padepokannya di atas bukit, untuk mencoba kekebalannya. Karena mempunyai maksud yang sama, maka terjadilah perang tanding. Mereka berkelahi sangat lama, saling menghantam, bergumul, tarik-menarik, tendang-menendang, injak-menginjak, hingga tubuhnya menjadi cacat dan berubah sama sekali dari wujud aslinya yang tampan. Perkelahian ini kemudian dipisahkan oleh Smarasanta (Semar) dan Bagong yang mengiringi Batara Ismaya. Mereka diberi petuah dan nasihat sehingga akhirnya keduanya menyerahkan diri dan berguru kepada Smara/Semar dan mengabdi kepada Sanghyang Ismaya. Demikianlah peristiwa tersebut diceritakan dalam lakon Batara Ismaya Krama.
Karena perubahan wujud tersebut masing-masing kemudian berganti nama. Bambang Pecruk Panyukilan menjadi Petruk, sedangkan Bambang Sukodadi menjadi Gareng.

Saya

Foto saya
Saya lahir dan besar di kota Cirebon dan ingin mengaplikasikan kemampuannya pada semua bidang besar yang bermakna untuk diri sendiri dan orang lain, dimana saya bisa berasimilasi dan bersosialisasi. Sesuatu yang kita tuangkan untuk berbagi, adalah sifat dasar manuasia sebagai makhluk sosial, berbudaya dan berakal. Salam Hangat.